Tampilkan postingan dengan label Yuli Agung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yuli Agung. Tampilkan semua postingan

Terlambat Aku Mendengar Kabar Kepergianmu

Minggu, 27 Juni 2010

Kebahagiaan saat cuti telah tiba.

Seperti biasa, sejak aku menikah dengan suamiku, kami berkomitmen, untuk selalu pulang ke Jawa saat cuti tiba.Ya bukan karena apa apa, alasan kami yang utama adalah menjaga silaturahim dengan orang tua.
Mengingat kami masih mempunyai 3 orang tua saat itu. Ayahku ,ibuku dan ayah mertuaku.Cuti tahun 1992 kami laksakan pada bulan Maret . Sekitar 3 minngu lamanya. Putri pertamaku masih 3 tahun usianya. Dan pada saat itu aku sedang mengandung anak ke 2, 6 bulan usia kehamilanku . Seperti kebiaasan sebelumnya. Saat cuti selalu kuhabiskan dirumah mertua. Tak tahu apa penyebabnya kami lebih suka tinggal di sana.Padahal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sangat sulit menjangkaunya.Suasana desanya mungkin, yang jauh dari kebisingan membuat kami nyaman berlibur disana.

Seperti kutu loncat.

Meskipun waktu banyak kami habiskan dirumah ayah mertuaku, kebiasaan kami mengunjungi sebagian keluarga besar kami, selalu kami lakukan dengan senang hati.
Secara bergilir kami mengunjungi bahkan menginap dirumah beberapa saudara.Banyak teman yang menyangka kami sudah mempunyai tempat tinggal sendiri. Padahal kami selalu berpindah dari satu rumah saudara, perpindah lagi dirumah saudara yang lainnya.Kami selalu menyebutnya sebagai "Kutu loncat."

Kasih sayang ayah mertuaku.

Ya Allah aku sangat bersyukur atas segala nikmat karunia yang telah Engkau karuniakan kepadaku.
Kau karuniakan kepadaku suami yang begitu menyayangiku, Engkaupun anugerahi kami putri mungil yang lincah dan sangat menarik perhatian lebih keluarga besarku.Tak pernah kudengar tangisannya, tak pernah kumerasa jengkel karena rewelnya, bahkan tak pernah kuterjaga malam tuk merasakan sedih dikala sakitnya.
Sungguh luar biasa yang kurasa akan kehadiran putri cantikku, Ayesha.Lucu dan menggemaskan.
Suatu hari, saat kami meninggalkan rumah ayah mertuaku ,untuk pergi ke rumah kakak iparku ,di Mojokerto. Ayah mertuaku sangat sedih, ayah yang biasanya momong cucunya di sekitar halaman rumah, seakan kehilangan kebiasaan itu.Sungguh sedih aku mendengar cerita kakak ipar suamiku .Ayah mertuaku sempat jatuh dari ayunan ,saat menunggu kepulangan kami dari Mojokerto.Ternyata ayah mertuaku, saat menunggu kepulangan kami,beliau duduk di ayunan ,sampai terkantuk kantuk, hingga jatuh tertelungkup di bawah pohon jambu darsono(jambu bol).Mungkin karena kesepian beliau rela menunggu di halaman depan rumahnya.
Lain halnya kasih sayang yang diberikan kepadaku. Ayah selalu menolak bila kuperlakukan lebih disetiap harinya.Beliau berkata," Yul, ndak usah segalanya kamu persiapkan seperti ini, biarlah bapak urus sendiri,nanti bapak terlena dan sedih akhirnya." Seperti biasa, aku paling tidak puas bila tidak mengetahui alasannya.Kupaksakan diri terus menyiapkan " Dahar "( makan) siangnya, sambil bertanya ,"Kenapa to pak, memangnya?" Beliau menjawab dengan melasnya, " Kebiasaan yang kamu lakukan , mengingatkanku pada kebiasaan ibumu.Biarlah bapak ambil sendiri di lemari makan.Bapak nanti kaget bila kalian pulang ke Bontang!" Ooooo ternyata hal itu yang menjadi masalahnya.
Ungkapan kasih sayang kepadaku , begitu membekas di sanubariku. Tatkala beliau menerima hadiah celana kolor hasil jahitanku.Lagi lagi beliau teringat pada mendiang ibu mertuaku.Beliu sangat bersuka cita, sambil berkata," Terima kasih ya NDUk, kamu benar benar perhatian seperti almarhum ibumu." Memang alm ibu mertuaku rajin dibidang ilmu kewanitaan. Beliau pandai menyulam ,menjahit, merenda, bahkan pandai memasak.Yang amat membekas dalam ingatanku kasih sayanmg ibu mertuaku kepada keluarga besarnya.Beliau selalu tersenyum dan ikhlas mengurus suaminya. Betul betul beliau pasangan ideal di pandangan mataku.Ya Allah jadikan kami pasangan yang utuh dan rukun seperti beliau berdua.Amin.

Berbanding terbalik dengan orang tuaku.

Memang sengaja tak banyak yang ingin kuceritakan tentang keaadaan ayah dan ibuku. Sekilas mengulang cerita ,dari Mei 1986 ayahku jatuh sakit, dan sejak saat itu pula sedikit melupakan siapa saja anggota keluarganya.Saat pernikahan kamipun hanya ibu yang merestui dan mendampingi kami berdua. Tapi tak megurangi rasa hormat kami, kami tetap mengagumi keteladan beliau saat saat sehatnya.
Untuk ,menghindari duka ku, biarlah bagian ini hanya menjadi cerita batinku sendiri.
Lain halnya dengan ibunda tercintaku, setiap kami cuti, selalu kami ajak kemana saja kami berada.


Detik detik terakhir cuti.


Kebiaasaan terakhir suamiku selalu mengkoreksi percakapan antara aku dan ayah mertuaku. Suamiku selalu bertanya," Dik Yuli sudah diajak bicara/ cerita bapak, kalau belum tolong cepat dekati bapak ya!"
Suamiku paling hafal kebiaasaan ayahnya. Ayah mertuaku lebih condong berkeluh kesah kepadaku. Segala kepenatan fikiran dan beban batinnya selalu tertumpah kepadaku.
Betapa leganya aku menerima kepercayaan beliau itu.Kesedihan selalu menghampiri hari hari terakhir cuti kami i. Sungguh ku tak tega melihat figur ayah mertuaku saat duduk termenung didepan TV, sambil memegang helai rambutnya yang sudah memutih.Aku selalu merayunya ,agar beliau mau ikut dengan kami ke Bontang. Tapi dengan kesabarannya , beliau selalu menolak. Karena dirumah beliau juga mengurus salah satu cucu kesayangan, putra dari salah satu kakak suamiku.Itu yang memberatkan langkah kaki beliau untuk bersama kami.
Ibundaku kuantarkan pulang sebelum keberangkatan kami.
Hari "H" telah tiba.Seperti biasa ayah mertua selalu mengantar kami sampai Airport Juanda. Kelihatan betul kesedihannya.Putri kecilku Ayesha tak pernah lepas dari dekapannya.
Tgl 22 Maret 1992 tepatnya.

Rutinitas kembali seperti biasa.


Dengan sedikit linangan air mata....kurebahkan badanku di jok mobil yang mengantarkan kami ke Bontang.Kami pulang melalui jalur darat. Rasa capek amat terasa, dengan beban kandungan yang sudah berusia 7 bulan.Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam, sampailah kami dirumah.
Seperti biasa keesokan harinya suamiku langsung beraktivitas seperti biasa, rutinitas kerja. Kesibukankupun berlalu seperti biasanya juga, hanya berdua saja aku dan si kecil Ayesha.


Kabar itu datang dengan tiba tiba.


Pukul 09.00 wita, aku baru selesai memandikan putri kecilku Ayesha.Terdengar riuh lirih suara ribut suami dan adik iparku.Bergegas aku keluar untuk membukakan pintu.Mereka berdua saling berpandangan dan saling berkata," kamu saja yang bilang!" Persis seperti anak kecil yang ketakutan.
Aku mulai menaruh curiga, kenapa mereka aneh ,tidak seperti biasanya.Setelah masuk rumah, suamiku mulai membuka pembicaraan. Dengan hati hati dan sedikit berbelit belit bahkan terpatah patah." Ada apa mas? tanyaku sambil terheran." Dik Yuli , mas Agung minta jangan kaget ya!" rayunya..... Kembali ku bertanya," Memang kenapa?" Suamiku dan adik iparku saling berpandangan terus berkata," Ada kabar tentang bapak." Langsung kusambut dengan pertanyaan,"Kabar apa dan bapak siapa?" Dengan mimik yang mengkhawatirkanku, suamiku menjawab," Bapak Kasijarno, SEDO ( meninggal)." Tanpa kuhiraukan kondisi kehamilanku, aku berlari masuk kedalam kamar, kutelungkup di atas kasur,sembari berteriak, kedua lelaki yang mengasihiku berlalu menghampiriku." Dik yuli, kami belum selesai cerita, tapi adik harus tegar ya!" sapa adik iparku." Dik Yuli mau tahu, bapak meninggal sudah 15 hari yang lalu." kata suamiku." Ya Allah, sekarang sudah tanggal 16 April, jadi ayahku meninggal tanggal 1 April?" pekikku lirih. Ya Allah sebegitu parahkah dosaku Padamu, sehingga Kau karuniakan padaku cobaan bertubi tubi.Sungguh satu penyesalan yang tak bisa kumaafkan pikirku saat itu. Aku sungguh geram kepada keluarga besarku.Bagaimana tidak, saudaraku tergolong orang berpendidikan, tapi kenapa bersikap seperti ini padaku.Masih kurangkah mereka menerima kesabaranku selama ini.Yang kusesali sampai detik ini, kenapa mereka tidak bisa memilah antara masalah biasa atau masalah yang berdampak psykis pada diriku, padahal semua saudaraku tahu kalau ayah paling dekat dengan aku .Fasilitas telepon saat itu masih tergolong langka, kabar berita kadang hanya tersampaikan lewat surat dan telegram saja. Yang sangat mengecewakanku, kabar duka ini kuterima hanya melalui selembar surat, yang ditulis oleh abangku yang seorang POLRI.Suamiku amat mengkhawatirkan kodisiku, dengan sabar,
dia menyemangatiku. Lain halnya dengan tetangga belakang rumahku, dengan tergopoh gopoh pula dia datang ke rumahku, dengan wajah terkejut dan membawa beban perut yang sama usia kandungannya dengan kehamilanku, mengira diriku mengalami keguguran. Dengan derai air mata dia menyadarkan ku. Ya sudah, ini satu cobaan lagi buatmu dik, terima dengan lapang dada, pasti kamu bisa melampoinya.Sekarang persiapkan keperluan yang akan dibawa pulang, biar nggak ketinggalan pesawat yang siang.
Suara bel terdengar, p.Jusil ( alm ) datang, dengan sedikit memberi teguran kepada suamiku.
" Kenapa semua urusan kamu urus sendirii Gung ( Administrasi emergency)?" tegur p. Jusil." Maaf pak,bukan kami melampoi batas kewenangan, kami hanya bertujuan mengulur waktu, supaya kami ( suami & adik iparku) menemukan cara dan kata kata yang tepat untuk menyampaikan kabar ini kepada isttri saya ,pak," jawab suamiku.
Waktu begitu cepat berlalu, pukul 13.30 wita, pesawat Dash 7 mengantar kami ke bandara Sepinggan , Balikpapan. Untuk pesawat yang ke Surabaya " Take off" pukul 15.00 wita. Alhamdulillah , perjalanan kami lancar lancar saja. Kami singgah di Mojokerto, menjemput 2 kakak iparku.
Disetiap perjalanan hanya linangan air mata yang keluar dari pelupuk mataku ,luapan kesedihanku. Ayah sulit kuhilangkan kemanjaanku padamu. Aku masih ingin menggodamu....untuk meminta uang receh yang kau taruh di tempat khusus hanya kau sediakan untukku.
Pukul 24.30 wib kami sampai di rumah orangtuaku, ibu dan kakak kakakku ( kecuali abangku yang Polisi)
menyambut kami dengan penuh haru.Ya, aku yakin....ada tercium sesuatu aroma, yang menandakan arwah ayahku berada disitu, khas betul dan suamiku juga mencium aroma itu. Dalam hati aku berkata, Ya Allah hanya kepadaMU aku berlindung, dan atas kuasaMU semua ini terjadi, terima kasih masih Kau beri kepercayaan untuk merasakan keberadaan ayahku mesti dalam dimensi yang berbeda. Ayah dalam alammu, kaupun juga tahu bagaimana duka yang kurasa saat itu.Hanya belaian lembut tanganmu saat membelai rambutku dan mengusap helai rambut yang terurai dikeningku......takkan lagi kurasa.
Lenggok manjaku ,saat aku ingin duduk dipangkuanmu tak lagi bisa kucipta.Lenguhan nafas lembut,dan derai air mata yng meluncur dengan sendirinya, saat aku terpana pada sebuah kursi yang biasa kau gunakan saat aku bermanja denganmu.

Alur cerita yang bergulir dikeheningan malam itu......


Tak terasa kantuk tak mendera mataku, terkalahkan oleh nafsu ingin tahu detik detik teraklhir ayahku.Tanpa ada pertanyaan, aku ikuti cerita kakakku yang no 7, ( aku no 8) semua tidak menyangka ,ayahku pergi secepat ini. Ibu yang saat itu berada di Surabaya, ayahku tinggal dirumah seorang diri.Kadang hanya ditemani satu keponakanku yang masih SD.
Seperti biasa, ayah membersihkan rumput liar yang tumbuh diantara pasir abu Gunung Kelud ( kota Blitar beberapa waktu sebelumnya tertimpa hujan abu).Ayahku sebelumnya sempat berpesan pada keponakanku," Mbang, eyang kangkung mau pergi ambil pensiun, sambil berlalu membawa pakaian dalam yang ditaruhnya di jemuran depan kamar mandinya." Jam piro kung (jam berapa kung)?" tanya Bambang keponakanku." Jam 9 saja le," jawab ayahku." Kakung mau membersihkan rumput dulu,"imbuh ayahku. Ayahku mulai sibuk ,dan Bambangpun pergi berlalu.
Setelah beberapa waktu berlalu.... Bambang, kembali mencari ayahku untuk mengingatkan ,bahwa saat itu jam 9 sudah berlalu." Lho pakaian eyang kakung kok masih tergantung?"tanyanya dalam hati. Bambang berlari mengelilingi rumah kami, tapi nihil ,ayahku tidak ada dihalaman lagi. Bergegaslah Bambang masuk kedalam rumah, Bambang merasa lega ,melihat eyang kakungnya tertidur di tempat tidur. Tapi betapa kagetnya,"Ya kakung kok tidak seperti biasanya, kenapa tidur dengan kaki penuh pasir seperti itu?"Bambang terus mendekati ayahku dan terus berusaha membangunkan ayahku. "Kung bangun ,mandi, bilangnya mau ambil pensiun! Kung bangun, bangun kung, kung? Baru tersadar olehnya kalau sang kakung susah dibangunkan, larilah dia menemui bapaknya, dan berkata disela tangisnya ," Pak eyang kakung mati." Terhenyaklah adik sepupuku dalam duduknya, berlari memanggil pakdeku, dan memberi tahu kalau ayahku meninggal dunia.Ya Allah.....ampunkan kesalahan dan dosa
kami, terima kasih telah engaku permudahkan kepergian ayah kami tanpa bimbingan kami.....Perlu kami syukuri....ayah beberapa hari sebelumnya, telah mempersiapkan tempat tidur yang beliau keluarkan dari kamar dan ditaruhnya dibalik bufet tempat dimana meja makan biasa ditempatkannya.Tangisku muali mereda tatkala aku sadar,aku tak boleh larut dalam duka yang berkepanjangan, mengingat kondisi kehamilanku.Ya Allah kalau memang ini jalan hidup yang telah Kau gariskan dan Kau takdirkan padaku,akan kuterima dan akan selalu ku syukuri.


Penyesalan yang kurasakan kuungkapkan.

Penyesalan selalu terjadi dibelakang peristiwa, tetapi Allah telah memberikan kelebihan pada kita ma nusia, yaitu akal filiran. Kita bisa meminimalkan penyesalan dengan akal fikiran itu.Ya.....semua bisa terjadi diluar kuasa kita. Tolong jangan kesampingkan masalah yang seperti ini. Ya bagi kalian mungkin hal yang wajar.Tapi bagi kami sudah sangat menyakitkan. Jangan sampai diulangi lagi , apapun yang terjad,i cepat beri kabar kepada kami. Kami ada fasilitas khusus dalam hal ini, kabar itu tidak menyulitkan kami. Kami mohon jangan sampai terulang lagi. Apapaun itu kejadiannya kami akan selalu usahakan.
Semua saudaraku memohon maaf kepadaku dan akhirnya mereka mengutarakan alasannya ,kenapa sampai terlambat memberi kabar padaku.
1. Karena kami baru saja pulang cuti, takut kalau kami kesulitan akomodasi.
2. Takut aku shock mendengar kabar duka itu, karena kondisiku yang sedang mengandung.
Ya ampun, ternyata beda prinsip yang membuat penyesalan ini terjadi . Nasi sudah menjadi bubur, sesuatu yang telah terjadi tidak mungkin diulang kembali. Yachhhh akhirnya kuambil sisi baiknya...... karena keluargaku amat "menyayangi" ku, kubuang jauh jauh segala prasangka burukku terhadap keluargaku
Ya Allah aku selalu berterima kasih kepadaMu,tempatkan ayahku disurgamu , ampunkan dosanya,terima amal ibadahnya, kuatkan selalu iman keluarga yang ditinggalkannya," Rabbiqfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani sagira." Amin.
Ya Allah jangan pernah Kau lepas ikatan batinku dengan ayahku ... aku bersyukur atas karunia kelebihan itu.....Amin.
Selamat jalan ayahku tercinta.....canda tawa...segala cerita manja yang ayah berikan padaku masih hangat dipelukanku, sifat disiplin dan tanggung jawab akan kupegang teguh untuk kebahagiaanmu. Doaku tak pernah putus seperti kasih sayanghku padamu tak pernah padam meski waktu dan demensi yang memisahkan kita. Aku selalu sayang......padamu.


Blitar, 27 Juni 2010.
Yuli Agung.

Aku yang nakal atau kudanya yang binal

Senin, 21 Juni 2010

Demam sepatu roda melanda kotaku, saat itu....
Tepatnya th 1983....dan..aku baru duduk di kelas 2 SMP.Setiap sore dan Minggu pagi selalu kuhabiskan waktuku bermain sepatu roda di gang kecil samping rumahku.Ayahku sebetulnya kurang setuju dengan olah raga sepatu roda itu, ya terbukti ayahku tidak mau membelikanya untukku.
Kekhawatiran ayahku....belum ternalar dalam fikiranku saat itu.Yaaaa ayah khawatir celaka akan terjadi padaku.Pernah ada kompetisi sepatu roda dikotaku membawa korban yaitu teman sekolah kakakku.Itulah sebabnya ayah melarangku.
Bukanlah aku kalau aku tak bisa merayu ayahku...."Ya nggak enaklah....teman kesini ngajak main di tolak, aku temani dia main ya,"kataku..."Nggak kemana mana....disamping rumah saja....ya pak ,"rajukku.
Aku tahu betapa ayahku sayang dan selalu memanjakanku, kupegang janjiku,aku hanya main digang samping rumahku.

Sepasang Sepatu Roda

Akhirnya aku punya sepatu roda sendiri...Bukan pemberian ayahku.
Ada kakak kelasku yang saat itu suka padaku.....gemh gemh....Dihadiahkannya sepasang sepatu roda padaku..........
Semakin semangatlah aku.(heeeehe kamu pasti tersenyum membaca ini....makasih ya...)
Ayah akhirnya tak pernah melarangku....hanya beliau memohon...aku harus tidur siang terlebih dahulu.
Hampir setiap sore ,waktuku kuhabiskam bermain bersama temanku....Winarni selalu setia menjemputku.Sungguh polosnya aku saat itu, terasa tidak punya beban akan pemberian sepatu roda itu....Maafkan aku bila saat itu rasa sayangku hanya tertuju pada sepasang sepatu roda itu,tapi dibalik itu kau pun tahu aku menyambut jalinan cinta monyet itu.


Celaka menimpaku

Suatu hari... kala ayahku lebih dulu istirahat siang......aku mulai mencuri kesempatan....kuambil sepatu rodaku.....dan mainlah aku....sendiri...tanpa ditemani teman mainku.
Yaaaah belum lama waktu yang kumanfaatkan bermain ..... tiba tiba.... nenek disebrang gangku berteriak teriak......awas ,Aawas, awas nak Yuli!" Betapa kagetnya aku.....
Seekor kuda delman lepas dan lari mengejarku....... Tak tahu apa yang terlintas dibenakku. Kupercepat laju sepatu rodaku dan melompat dipinggir got kecil samping rumah pamanku. Sambil meringis kesaklitan kutahan sakit di pergelangan tanganku. Tanpa kusadari pula...." yang terhormat tuan kuda" sudah berdiri disampingku...... ya ampun... dia mengendusku........malang tak bisa kutolak mujurpun tak jadi untung.......Bagaimana tidak pergelangan tangan kananku langsung bengkak..... dan aku hanya mujur dapat ciuman kuda......Sial betul atau betul betul sial.
Yang paling beruntung saat itu adalah kusir delman....dengan mudahnya dia mendapatkan kudanya kembali ,tanpa menghiraukan aku sama sekali.Huff dengan wajah yang tak berbeban sikusirpun berlalu......


Tukang pijat segera menolongku.


Nenek sebrang gang rumahku tadi namanya mbah Jitun , beliau tukang pijat handaldikampungku, dengan ramahnya dia menyapaku.... ,"Piiye nak Yuli ndak papa?"(bagaimana nak Yuli, ndak papa) Sambil meringis menahan sakit kulepas sepatu rodaku sambil berkata ," Mboten bah, namung tangan ngriki sing sakit."(ndak papa mbah,cuma bagian tangan sini yang sakit)
Ya Allah langsung bengkak tanganku.
Mbah Jitun langsung menggandengku....didudukkannya aku diteras rumahnya....dipijitnya bagian tanganku yang sakit, mengerang ngeranglah aku menahan sakit.....tangis tak bisa kubendung. Dari balik jendela ayahku melongok melihatku, ya ....ampun... pasti kena marah lah aku....
Tak lama ayahku keluar menjemputku...... dengan nada lirih beliau menegurku....makanya kalau sudah janji tidak boleh diingkari....suruh bobok siang dulu ....malah lari.... Sudah diam jangan diulangi.....
Sambil digendong belakang ayahku aku pulang kerumah dgn terus meringis menahan tanganku yang semakin bengkak itu.Retak ternyata kondisi tanganku. Biasa , bisa kutebak sifat dan sikap ayahku.Dengan ketegasannya selalu membuat takut siapapun yang melihatnya. Tapi lain halnya denganku, sudah hafal sisi kelemahan ayahku.Kuturuti segala kemauannya, tidur siang selalu
kulakukan, sepatu roda sementara kulupakan.

Kelereng permainan baruku.

Halaman rumahku cukup luas. Setiap sore kukumpulkan teman teman sebayaku, laki laki semua. Kuajak bermain kelereng" CIRAK" nama permainannya.Dengan mengandalkan kelincahan sebelahku tanganku ,
sering kumenangkan permainan itu. Ayahku yang selalu asyik menemani permainanku, selalu tertawa geli melihatku. aku yang perempuan sungguh tak mau kalah dengan kelincahan teman teman lelakiku.
ayah selalu percaya kepadaku, tak pernah aku melanggar tanggung jawab yang sudah dibebankan padaku. Hal hal yang membahagiakan aku masih melekat kuat dilubuk hatiku. Saat aku terlena dengan permainanku, ayah selalu menegurku," Hayo , sudah selesai mainnya, sudah sore, mandi!"
Biasa dengan manjanya aku selalu menmggoda," Gedong belakang dulu, aku baru mau!' Dengan sabar dan saking sayangnya ayah kepadaku, ayah selalu menuruti kemauanku.Ya , badanku dulu kecil mungil. Banyak tetangga yang suka mengolokku," Waduh...pakde Saji dikerjain "Anak Mas'e." Ayahku selalu berlalu dengan senyumnya

Maafkan Ibu Bila Terasa Keras Dalam Mendidikmu

Jumat, 11 Juni 2010

Kisah pilu dimasa remajaku.

Secara Psykis.....pengalaman hidupku dimasa lalu juga memberi andil dalam kehidupan rumah tanggaku.Sejak SMA kelas 1, aku sudah dituntut melakukan kemandirianku.Masa remaja yang seharusnya aku lalui dengan suka cita, harus direnggut oleh keadaan.Aku yang tadinya selalu dimanja ayahku dan aku masih memerlukan bimbingan dan segala macam petuah yang kuharapkan dari kedua orang tuaku, sejak itu sudah tak pernah kudapatkan.Aku sibungsu yang manja, berubah 180 derajat menjadi gadis pendiam tapi tetap tenang.Aku yang biasa tidak mengenal pekerjaan rumah tangga, saat itu aku harus melakukannya untuk orang lain.Mengapa demikian, ya saat itu aku sudah tidak satu rumah dengan ayah ibuku.Ayahku jatuh sakit, yang sampai detik inipun aku tak tau apa penyebabnya.Sulit untuk dibuktikan.Tetapi jauh dilubuk hatiku ada sebuah kata yang masih kupendam sampai detik ini, bahwa ayahku sakit karena sesuatu hal yang benar benar diluar kemanusiaan.Karena sebelum ayahku jatuh sakit, aku menemukan satu kejanggalan yang sungguh diluar dugaan,aku mengalami langsung, aku mendengar, bahkan aku membuktikan dengan memanjat genting saat lepas Magrib waktu itu.Tapi biarlah, aku ikhlas, apapun yang terjadi terhadap ayahku, kuserahkan kepada Allah Ta'alla.Aku percaya Allah Maha tahu segalanya.Untuk mendapat makan sehari hari,aku membantu ibu kosku menumbuk jagung setiap pagi.Kebetulan ibu kosku memasak untuk kuli kuli kupas kacang dirumah pengusaha sebelah rumah kosku.Nasi jagung kadang yang disajikannya. Ibu kosku selalu bertanya padaku," Yul, kamu mau karon atau ampok?" Aku menjawak,"Karon". Kenapa? Dengan aku memilih makan nasi jagung karon , kenyangnya perutku bisa bertahan lama. Karena aku tak punya uang untuk jajan.Buruh tani kulakukan, tepatnya saat panen tiba.Padahal aku boleh dibilang remaja kota.Tanpa dibayar dengan uang, hanya makan ya kuharap imbalannya.
Uang sekolah sekolah kudapatkan dari bantuan pamanku, Rp 10.000. bisa dibayangkan betapa susahnya aku saat itu.Air mataku selalu mengalir dengan sendiriya bila teringat peistiwa itu.Rp 4.750 untuk SPPku, Rp 2.000 untuk uang kosku,alhamdulillah dgn Rp1.000 aku masih bisa membelikan gula pasir 1kg dan rokok Retjo Pentung buat bapak, ibu kosku.Berapa sisa uangku. Alhamdulillah pula, tak pernah aku menengadahkan tangan ke orang tuaku dan kakak kakakku.1 tahun aku tinggal dikos'an ini. Aku pindah kos'an lagi. Mencari yang lebih dekat dengan sekolahanku.Karena saat itu aku sudah kelas 3 SMA.Tepatnya dekat dengan ayah angkatku , seorang tukang sepatu.( seorang yang kenal baik dengan keluargaku, dan sejak aku bayi, beliau sudah momong aku).Pak Supodo namanya.Beliaulah penggati ayahku saat itu.Beliau pula yang banyak memberiku petuah yang membekas hingga kini.Terima kasih pak Do, berkat doamu, bimbinganmu aku bisa seperti ini.

Babak baru kehidupanku

Setelah satu thn 2 bln kelulusanku,aku dinikahi suamiku.
Tgl 26 Agustus 1988 aku menginjakkan kaki di BONTANG....Waahhh tak seperti bayanganku...Setelah kami turun dari Pesawat SCAVEN ( belum ada DASH 7)...kami dijemput adik iparku.Diantarkanlah kami ketempat kos'an kami di HOP 1.Dengan mengendarai mobil Hartop.Wauw...PT BADAK yg kukira saat itu...perusahaan minyak yang berada ditengah hutan , terpencil dan tidak terawat. Sungguh diluar dugaanku, seperti kenyataan waktu itu.Kesan kota terasa betul di pandangan mataku, bersih,rapi, nyaman.....indah dipandang mata bagiku.


Kesederhanaan mengawali kehidupan rumah tanggaku. Hanya bekal uang Rp.7.500,kuawali kehidupanku.
Kenangan yang tak mungkin bisa kulupakan.Sungguh Allah selalu menyayangiku.... Dikirimkannya selalu malaikat penyemangat hidup kami....dia saudara dan teman - teman dekat suamiku.( Adikku Tugas Setyadi Mandala Yuda,ayah Ismail, mas Murjono,mas Hanafi, mas Suyanto).Yang terkasih itulah yang selalu menemani suka duka kami.Uang kos telah dibayar 1 bulan oleh adik iparku,masih juga aku diberinya uang sebanyak Rp60.000.Akhirnya uang itu ku belikan sebuah kompor "Toyostove" warna biru , sebuah dandang dan wajan.Kebetulan alat makan sdh dibawakan oleh budhe suamiku.Sementara alat itu hanya pelengkap yg belum bisa kami gunakan.Karena kami belum mampu belanja bahan untuk kumasak. Betul kami tidak punya uang sepeserpun. Teman teman baik suamikulah yang selalu bergantian mentraktir kami, selama 3 hari....( Gajian di akhir bln).Alhamdulillah.
Semuapun bisa kulalui.3 bln kami tinggal dikos'an.( terima kasih buat mas Suwoto & m.Selvi).
Tepat tgl 26 Nofember1988 kami pindah menempati rumah dinas kami,MH.C-47.


Sebuah keluarga lengkap berawal dirumah ini.Ketiga buah hati kami lahir saat kami masih tingal di rumah ini.
Hanya sekali dalam keluarga kami menggunakan jasa pembantu yang menginap .Saat kelahiran putra kedua kami. Selama 5 bulan.Setelah itu kami hanya memakai jasa cuci seterika saja.
Maha besar Allah atas karunianya. Anak anak adalah karunia terindah dan berharga dikehidupan kami.
Dengan sifat bebeda selalu menganggumkan kami.Ayesha yang lincah, pemberani, cerdik dan pitar. Ajustha, si pendiam, pemalu (bila ada orang yg belum dikenal dia akan bertahan duduk dlm posisinya ,sembari memandang tajam tatap matanya),penakut tapi juga pandai .Arya, si tukang peniru gaya pragawan & peragawati, si usil, tukang menggigit pantat orang,sedikit cengeng, pemberani, pandai .
Sungguh tanggung jawab besar yg harus kami pertanggung jawabkan akan karuniaNYA ini.

Tanggung jawab, disiplin, kejujuran selalu kami tanamkan sejak kecil.Betapa bahagianya kami melihat kemampuan anak anak kami sejak kecil,mereka selalu menjadi inspirasi kami.
Semenjak anak ke 3 berusia 1th aku mulai menyibukkan diri untuk membuka usaha RANTANGAN.
Karena banyak dukungan teman teman sekitar rumah yang kebetulan jg repot memiliki putra kecil kecil, ku mulai niatku membuka rantangan itu. Berawal dari 5 rmh,12 rmh, hingga 27 rmh saat itu.Sebelum kami punya pembantu untuk lancarnya usahaku, Ayeshalah yg saat itu sangat membantuku, tak pernah terlintas dipikiranku, bahkan terucap dari mulutku untuk dia membantuku.
Ayesha masih duduk dikelas 2 SD saat itu.
Tatkala belanja ke pasar yang sangat mengharukanku......( liburan sekolah). dengan semangat 3 prajurit kecilku, selalu mendampingiku.Ketika kami selesai belanja.... mulailah kami bernyanyi....naik kereta api tut...tut...tut....siapa.....inilah yg tak bisa kulupakan.Kami berbaris , aku didepan dgn membawa beban belanjaan, dibelakangku anakku yg no 3 sambil memegang bajuku, disusul anakku yang ke 2 memegang baju adiknya, yang terakhir putri sulungku Ayesha.(saat itu parkir mobil masih jauh, dipinggir jalan,Karena pasar pasca kebakar).Sampai dirumahpun malaikat kecilku, masih semangat membantuku. Terima kasih ya Alloh, atas keindahan masa lalu bersama.....anak-anakku......


Rantangan selalu kuantar sendiri dgn bantuan mobilku.Si kecil Arya kududukkan di kursi makannya yang kuikat di kursi mobil sampingku.Alhamdulillah tak pernah rewel dia saat itu.
Sedang rumah kutinggal dengan kondisi terkunci dan kunci kusimpan disuatu tempat yg hanya diketahui anggota keluargaku.
Betapa terkaget kagetnya aku....Saat aku pulang dari mengantar rantangan, ditempat cucian luar rumahku,alat alat bekas memasakku sudah tersusun rapi diluar, meskipun dalam keadaan kotor.Pintu rumahpun sudah terbuka, masuklah aku.....wauw...dapurku sudah rapi,makanan tuk makan siang sudah tersaji di meja makan.Siapa gerangan yg melakukan ini...pikirku dlm kebingungan.
Dapur kondisi lengang, ruang tamu sepi, kuperiksa kamar tidurkupun kosong. OOOOOoooo ternyata sdh ada satu penghuni, si sulung Ayesha sedang mengejakan PR dikamarnya.Lalu aku bertanya, "Siapa yang melakukan ini semua?" Dia menjawab dgn lugunya," SAYA BUK." Woalah nak.....terima kasih ya.... Selama setahun dia sll membantuku dalam hal ini. ( msh kls 2, plg sekolah msh pukul 10.00 Wita).
Alhamdulillah dari sinilah kami bisa menunjukkan rasa kebersamaan, terima kasih pula kuucapkan kepada suamiku trc ,yang telah ikut mendukung dan memberi contoh kebersamaan dan gotong royong di keluarga kami.


Tahun 2001 kami diharuskan pindah ke PC 5 Millenium.Selamat tinggal MH.C-47 tercinta,12 th 3bln kami mengukir keindahan disitu.Tepat tgl 20 Februari 2001 kami meninggalkan rmh itu.
Baru beberapa bulan kami tinggal di rumah baru ,suamiku mendapat tugas sekolah di AKAMIGAS CEPU 1thn . Bulan Juli tepatnya.Otomatis kami mengikuti , aku tinggalkan kesibukanku rantangan.
Betapa penuh suka & duka di Cepu, terutama dgn kondisi anak anak, panas tanpa ac hrs dia lalui. Alhamdulillah....itu bukan satu halangan bagi mereka.
Justru kondisiku yang akhirnya membebani mereka.Aku mendapat satu anugerah kepercayaan lagi, aku mengandung putri ke4 ku.Yaaaaa seperti biasa...aku hanya menjadi bunga tempat tdur saja.Mabok berat, 11 hari BB turun 6 k9. Dokter Faisal spesialis kandungan yg merawatku mengaharuskan aku dirawat inap di RS, krn melihat kondisiku.Dokter aku mohon, beri suntikan sesakit apapun, obat sebanyak apapun yg hars aku paksa telan akan aku tahan dan akan aku usahakan untuk kutelan, tapi jangan ddokter paksa untuk rawat inap. Tak bisa kubayangkan betapa repotnya suamiku. Stress berat, deprsi melandaku.... Maafkan aku suamiku...aku yg harusnya mendampingimu dan merawat anak anak kita, kini justru dirimu yg harus kalang kabut mengurusinya. Terima kasih suamiku tercinta...atas segala kesabaran ,pengertian,dan jerih payahmu saat itu.Buat sahabat dekatku Alm Mang Suryadi dan keluarga ,Om Sugeng, Lek Darti, Om Darto dan teman se kelas TMK 1 yg selalu menghiburku....semoga Allah membalas kebaikan dan ketulusan kalian semua. Amin.


Juni 2002 kami mengakhiri kehidupan di Cepu. Kembali ke Bontang. Saat itu usia kandunganku menginjak usia 6 bln. Pendarahan terjadi saat itu. Mungkin faktor kecapaian menyebabkan terjadinya pendarahan itu. Dengan persaan was was & penuh kehati 2an....kujaga betul dlm perjalanan itu.
Allhamdulillah kami selamat sampai di Bontang. Baru keesokan harinya kuperisakan ke RS .Placenta Preveria...Posisi plasenta ada dibawah. Ya Allas lepaskan aku dr kesulitan ini. " Ibu hrs bed rest, klo dalm usia kandungan 7 bln dan kondisinya masih seperti ini, lebih baik operasi," kata dr spesialis kandungan kala itu. Ya Allah... tak ada kata atau cerita operasi yg pernah terjadi di keluarga besar kami, ampunkan segala dosa kami ya Alloh, angkat segala sesutu yg menyulitkan di kehamilanku ini
,Amin.
Alhamdulillah Allah mendengarkan & mengabulkan doa kami.Aku melahirkan dengan selamat 9 bln 11 hari putri ke 4 kami, Jum 'at 20 Sept 2002. ARIZTHI GHAYATRI ( Putri sholehah rezeki Ilahi yang akan membanggakan & menyejukkan hati kami) nama cantik yg kutorehkan untuk putri kecilku.
Waow sampai saat ini dia selalu menjadi penyejuk hati kami...Terima kasih ya Allah.


Anak anakku..... ibu harus memegang teguh prinsip dalm mendidikmu..... jujur,disiplin dan tanggung jawab. semampu ibu telah ibu coba contohkan.Meskipun kadang masih ada selisih paham.Maklum kita hanya manusia....
Ibu bersyukur atas segala kebersahajaanmu, tak pernah neko neko, tak pernah menuntut yg lebih dari sewajarnya.....Ibu angkat topi untukmu....Pertahankan sikap itu..... ingat ibu selalu bepesan untukmu, yaaaa jgn selalu memaksakan kehendak....jangan memandang keatas .....banyak contoh teladan dan sumber keberhasilan justru bila kau mau selalu menunduk kebawah......selalu mejaga iman dan islammu.. perbanyak mohon ampun atas segala kesalahan supaya lebih mulia hidupmu nantinya.

Terutama untuk anakku Ayesha.... Ibu amat sangat monon maaf ....atas sikap kerasnya ibu terhadapmu. Karena kau anak pertama , kau adalah cermin untuk 3 adikmu, ,.....ya semoga engkau memaafkan bila kesalahan ibu dalam mendidikmu.

Buat anakku Ajustha, di pundakmu tergantung tanggung jawab besar, kau laki laki... pelindung wanita yang ada dlm keluargamu......setelah posisi ayahmu.....tak sekeras Mb Yesha ibu mendidikmu..... pegang teguh amanah orang tuamu, jadikan teladan ke 2 adikmu..... maaf kan ibu ya.....bila amarah ibu suka menjengkelkanmu..... bukan maksud ibu tuk memarahimu tapi untuk membangkitkan semangatmu. Terima kasih kau telah banyak membantu ibu, tanpa malu kau antar rantangan pelanggan ibu.

Untuk Adik Arya & adik Pucha..... tinggal kalian berdua yang dekat dengan ayah ibu.... Lakukan tanggung jawabmu..... biasakan jangan bergantung dgn ayah ibu..... disiplin menggunakan waktu,
jangan saling mengganggu....rajin belajar...jangan lupa Sholat menjadi tanggung jawab utamamu.

Ya Allah......hanya kepadaMU kami memohon petunjuk dan bimbingan.....Jadikanlah anak anak kami anak yang sholeh & sholehah.....anak yg selalu bertaqwa kepadaMu.....anak anak yang patuh dan anak anak yang penyayang,....tajamkan matanya, tajamkan fikiran dan perasaannya serta....tajamkan pendengarannya.....Ya Allah semua ini adalah titipanMU , luruskan niatku, ringankan langkahku untuk selalu menyayangi , mendampingi dan membimbingnya.Amin ya Robbal Alamin.....

Kisah lucu saat kecil JANAKA ku.

Kamis, 10 Juni 2010

Putra ke-3 ku,ARYA SURA WIJAYA namanya.
Dia....bayi yang paling berat saat kelahirannya,4.2 kg, dibanding ke tiga saudaranya.
Tak susah aku merawat dan mengurusnya.
Kenapa aku memanggilnya Janaka.....dia laki laki tampan yang...sedikit lembut hatinya....
Kami berharap dia menjadi SOSOK PAHLAWAN YANG LEMAH LEMBUT YANG BISA MENJADI PELINDUNG KELUARGA, sesuai dengan arti namanya.


Sejak balita.....si Janaka......paling jenaka...
Dia paling susah berpisah dengan ayahnya.....Bila ayahnya....bekerja malam....pulsa HP selalu habis ditangannya.(Ya karena saat itu kami belum mendapat fasilitas telepon dari perusahaan).
Bila sudah larut malam ,ayahnya harus pulang, untuk menenangkan tidurnya ."Adik bubuk yok, sudah larut malam ini !" katanya.Besok kita bermain lagi ya! Barulah dia bisa tidur nyenyak.
Keesokan harinya, setelah ayahnya pulang bekerja, si Janaka ganti yang meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah.Satu kesempatan untuk ayahnya beristirahat, tidur.
Tepat pukul 10.00 Wita, si Janaka pulang dari sekolah.Sesampai di rumah ,melihat ayahnya yang sedang tidur pulas, marahlah dia. Tak banyak bicara ,ada saja kelakuannya.Kalau tidak dipukul kepala ayahnya dengan remot TV, dilompatilah ayahnya dari atas tempat tidur. ( karena ayahnya tidur di lantai beralas kasur).... sambil berkata,
" Bangun pak, enak enaknya tidur, bilangnya mau main sekarang!" Ya dengan terpaksa ayahnya bangun.
Semarah apapun kami pasti jadi terawa juga ahkirnya. Saat kami pelototi disetiap kesalahan dia...eeee bukan berhenti,malah menyanyi dia," Matanya melotot,.....melototi aku...." Siapapun orang yang mendengar pastilah tertawa, jikalau melihat ekspresi dan irama lagunya.

Belajar membaca.

Menjelang kenaikan kelas...dari TK A ke TK B.....biasanya anak anak TK diharuskan sudah bisa membaca.
Ya,tak bosan bosannya kami selalu mengajarinya.Menggunakan buku Anak Muslim Pandai Membaca. Entah sudah bosan atau memang mencari perhatian.Sekali kuajari membaca kalimat," Tuti bisu tuli." sekali bisa ,dua kali bisa ,giliran yang keberapa kali saya bilang,"Adik coba ulangi sekali lagi kalimat ini ."
Hahaha. . .... betapa terpingkal pingkalnya saya,yang dibacanya bukan, "Tuti bisu tuli" lagi..... Dia malah membaca ," TUTI SUMBING". Ternyata bukan saya saja yang mendengarkannya, ada beberapa teman ayahnya juga mendengarkannya,wah memang ....mas anak anaknya....lucu lucu semua.

Lagu Kebangsaan Ibu Kita Kartini

Lain hari lain cerita.....
Saat itu bulan April....
Hari Kartini.......tepatnya....
Dengan bangganya, si Janaka saat masuk rumah dari pulang sekolahnya, "Asalamu'alaikum," sambil bergumam.... hem..hem..hem ....hem ...hem...hem ...hem..(irama lagu Ibu Kita Kartini). Begitu selesai ganti pakaian...saya bertanya....," Adik, tadi nyanyi lagu apa?"...... Dia menjawab," Ibu Kita Kartini."
Lagu baru lho buk, tadi diajari bu Mefi. Sekarang, tgl 21 April kan hari Kartini.
Memang adik sudah bisa?
Sudah lah buk ,kan tadi sudah diajari bu guru.Coba ibu kepingin mendengarkan lagunya.Ibu hitung ya, satu , dua ,tiga,ya mulai!
Mulailah....dia bergaya sambil menyanyikannya....... Ibu kita KARMINI putri sejati...hua hahaha..tertawalah saya.....oalah "le" bukan Karmini ....tapi Kartini......
Tak ada sedikitpun rasa malu dan rasa bersalah, membebani dirinya.

Pilih kerudung daripada songkok / kopyah.


Lagu anak anak pada saat itu masih sering ditayangkan di televisi.Ada Joshua, Trio Kwek Kwek ,Giovani, Dea Ananda dll. Diantara penyanyi cilik itu ,Janaka paling suka dengan Dea Ananda. Lagu kesukaannya , lagu bernuansa muslim. Ketika lagu yang disukai ditayangkan di TV, pastilah dia lari mengambil kerudungku.Dipakainya sambil ikut menyanyikan lagu anak anak itu,"YA DANA YA DANA....."Sambil bergoyang menikmati alunan iramanya.
Saat itu ibuku tinggal bersamaku, kadang ibu memiliki kekhawatiran sendiri melihat ulahnya.Tapi bagiku iitu adalah bagian dari kelucuan masa kecilnya.
Kadang ibuku selalu menyambuyikan kerudungku yang akan dipakainya bila ada lagunya Dea.Lari sana ,lari sini, jadi bingung sendiri dibuatnya. Sibuk mencari kerudungku yang biasa dipakainya.Yaaaah .....sungguh diluar dugaan kami semua, sungguh kami terbahak bahak dibuatnya.Kenapa? Si janaka tidak kehabisan akal. Larilah dia kedapur, megambil TISSU TOWEL yang besar, disobek seperlunya. Hanya untuk dijadikan kerudung yang akan dipakainya.Oalah anakku pandai juga dirimu, diantara kebingunganmu.
Ya masih banyaklah kelucuan kelucuannya ,tak akan cukup bila kuceritakan disini.

Berjualan nasi goreng di sekolah.

Janakaku sayang,sungguh bangga ibu memilikimu ,sifat rendah diri tak ada padamu ,tak malu malu ,demi menyenangkan teman temanmu, dirimu rela membawa nasi goreng buatan ibu, yang kau jual disekolah dengan harga Rp 5000.Hanya untuk memenuhi pesanan teman temanmu, setiap hari kau meneteng bungkusan nasi goreng itu. Ibu bangga dengan kemandirianmu.Sudah beberapa benda yang kau miliki dari hasil tabunganmu. Biola, sepatu , HP dan berbagai mainan kesayanganmu, tanpa banyak kau bergantung dgn ibu.Satu ketika, untuk membahagiakan ibu kau berkata ," Biar ibu tidak susah rantangannya,beli kompor lagi saja pakai uangku yang RP 2.000.000 itu." Terima kasih anakku , satu kenangan tersendiri, satu kebajikan yang telah kau persembahkan untuk ibu ." Gunakanlah sesuai keperluanmu,itu lebih penting," jawabku. Kau kayuh sepedamu meskipun terik matahari menyengatmu.Tak pernah kau keluhkan hal itu. Kau berjalan kaki diantara rasa capai tak pernah kau rasakan .Semua amat menyenangkan bagimu.
Janakaku sayang....pertahankan dan tingkatkan kemampuanmu itu .Ibu selalu berdoa untuk keberhasilanmu. Paculah semangatmu supaya kelak engkau berhasil seperti kedua kakakmu.Jadilah cermin dan tauladan bagi adikmu.Biarkan jari jempol ibu selalu berdiri untuk kehebatan anak anak ibu. Jangan engkau sombong dengan segala kelebihanmu. Amalkan dan manfaatkan setiap ilmu yang lebih itu.
Ya ALLAh....bimbing dan lindungi anak anak kami untuk selalu di jalan MU,kuatkan iman dan islamnya... jadikan mereka anak anak yang sholeh & sholehah, anak anak yang berguna bagi dirinya dan bagi semua makhluk di sekelilingnya,selamatkan mereka di dunia & akheratnya...amin.

Bontang juni 2010.

Doa Ibu Menjagamu

Selasa, 08 Juni 2010

8 - 8 - 88 tgl pernikahanku.Babak baru dalam kehidupanku.Kenapa angka 8 selalu ada dalam kehidupan baruku? Hanya Tuhan yang tahu.UNIK memang... aku terlahir tgl 03 JULI 68, 30 JULI 60 tgl lahir m.Agung, suamiku.8 th selisih usia kami.Begitu juga saat anugerah ALlah terbesar yang aku terima saat itu,"NOKTAH HITAM KECIL" bercokol di rahimku, 8 bln setelah pernikahanku. ALLAHU AKBAR.
Awal kehamilanku kulalui degan begitu susahnya. Betapa tidak , hari - hari kulalui dengan ketidak berdayaan, tergolek lemah ditempat tidur. Makan dan minum merupakan momok bagiku. Pingsan suatu kebiasaan dalam keseharianku.Untung ibuku saat itu selalu ada disampingku.
Berat badanku turun drastis....dr 57 kg menjadi 42 kg.Selama 7 bln....siksaan ini menderaku.

Cobaan disela kehamilanku.....

3 bulan usia kehamilanku.
Suatu pagi, kami mendapat kabar ibu mertuaku sakit parah ,dirawat di RS GATUL Mojokerto.Keesokan harinya kami berangkat pulang ke Jawa. Dengan keadaan gontai akhirnya kami sampai di Balikpapan. Ya ampun ... pesawat Bouraq yg hendak membawa kami mengalami delay. Pukul 19.00 WITA kami baru bisa take off.
Bandara Juanda tujuan kami. Dari sini, kami masih harus menempuh jarak Surabaya -Mojokerto 60 km, dengan waktu 30 menit lagi.Pukul 21.00 WIB kami samai di Mojokerto.
Alhamdulillah..... meskipun hujan mengiringi perjalanan kami ,akhirnya sampai juga kami di RS ibu mertuaku dirawat.Memang kondisi beliau koma, tapi dalam kenyataan beliau masih bisa mendengar sapaanku.Kupegang tapak tangan beliau ,kutempelkan ke sisi perutku, sambil kubisikkan,"Ibu diperutku ada wayah (cucu ) ibu.... ibu cepat sehat ya.... biar bisa menemaniku saat melahirkan nanti."
Tak tahan sudah aku menahan pilu..... dari sudut mata beliu mengalir air mata.Antara sedih dan bahagia, bisa kurasakan keinginan beliau kembali menyapa.
Lain halnya dengan mas Agung, dengan ketenangan dan kelihaiannya dalam menyembuyinkan duka ,dia peluk erat ibunya.... Ditelinga ibundanya mas Agung membisikan seuntai kalimat," Bu, ini Gengut,ibu menuggu aku kan, putra putri ibu semua telah berkumpul disamping ibu.... kalau ibu mau melanjutkan perjalanan monggo."Seperti mendapat isyarat saja, ayah mertuaku menggantikan posisi mas Agung dan memulai membimbingnya dalam alunan doa. Innalillahi wa innailaihi rojiun.Ibu mertuaku akhirnya menghadap yang kuasa dengan damainya. Wajahnya bersih, dihiasi senyum menghiasi bibirnya.

Memancing menjadi hoby dikehamilanku.


7 bulan kehamilanku membawa kesan yg tak mungkin bisa kulupakan. Kesukaan kami berdua ,aku & mas Agung muncul, "MEMANCING". Aku dirumah perempuan sendiri, karena saat menginjak usia kehamilanku ke 2 bulan, ibundaku pulang ke Jawa.Mas Agung ,Ujak (adik ipar ku), kang Di ,kang Tono, dan mas Joko adalah pria penghuni rumahku. MH - C .47.
Pasti akulah yg menjadi bahan olok - olok mereka; tentang kehamilanku ,tentang kebiasaanku, wah ada saja bahan celotehnya, yang sumbernya dari perangaiku.Sepi memang kalau mereka lagi bekerja ,tidak nyaman terasa . Sambil menunggu mereka pulang bekerja, kebiasaanku membersihan kebun setiap sorenya. Kugemburkan tanahnya ,dengan maksud supaya subur tanahnya. Aku menemukan cacing kala itu. Cacing itulah menjadi sumber inspirasiku. Yang mengingatkanku pada masa kecilku, umpan memancingku dulu.
Setelah pulang bekerja kuajaklah mas Agung memancing .Mulai saat itu, memancing menjadi kebiasan kami setiap sore & setiap hari libur.
Sungai HOP 5, rawa Kanaan, dan sungai Kanaan lokasi memancing kami.Udang saat itu menjadi sasaran kami. Sungguh menyenangkan sekali.Dengan sabar para pria mendampingku. Waow sungguh aku menjadi pusat perhatian mereka.
Bagaimana tidak, jikalau kami mau pulang, posisi jalan setapak lebih tinggi 1,5 meter dari sungai tempat kami memancing, suatu kesulitan buat aku yang sedang hamil untuk menapakinya. Dengan canda tawa mereka selalu mennggangu aku, meskipun akhirnya membantuku, 2 orang diatas menarikku, 3 orang di bawah mendukungku. ( klo ingat memang tak tau dirilah aku ).
Kebiasaan itu berlangsung hingga usia kehamilanku masuk usia kehamilan 9 bulan. Pada akhirnya mas Agung menolak bila kuajak memancing," Ndak usah ,nanti melahirkan di pinggir sungai". Pernyataan yg masuk akal pikirku.

Tetangga menjadi sumber semangatku menjelang kelahiran.


Usia kehamilan 9 bulan yg mengkhawatirkan aku.Galau ,risau menghantuiku..... Betapa tidak , aku hanya belajar dari majalah Ayahbunda...dan bisikan sebagian tetanggaku.Segala saran baik selalu kuperhatikan dan kulakukan. "Minum minyak kelapa dengan telur b. Agung," tuturnya." Biar kuat nanti mengejannya,"kulakukan." Jalan naik turun tangga b Agung," kulakukan, semua memperhatikan demi kelancaran kelahiranku nantinya.
Sungguh luar biasa dukungan semua teanggaku saat itu.
9 bln 6 hari, hari Jum'at pagi mulai terasa kontraksi, kegiatan rutin pun masih bisa kulalui, sebentar sakit sebentar hilang.
Semakin sore semakin sering sakitnya menghalang.... mas Agung masih sempat merayuku," Makan ya sayang, biar kuat nanti." Sekali lagi mas Agung bertanya," Kepingin apa sih?" Biar ku belikan! "Degan" (klp muda) kataku. Sambil ku bawa naik turun tangga (kebetulan panggung rmhku)...ku habiskan waktuku......Dalam hati tak putus doaku.... Ya Alloh hanya Engkau dan malaikatmu yg selalu menjagaku. Temani, kuatkan aku dalam proses kelahiranku ini . Amin.
Tepat pukul 21,00 wita aku terasa pipis.... haaa inikah yang dinamakan tanda kelahiran, bercak darah.
Kupanggil mas Agung ,"Mas kok begini, ini mungkin tanda mau melahirkan?" Dengan sigap mas Agung,memanggil adiknya," Jak antar ke RS!" Sambil meneteng tas peralatan untuk keperluan di RS,mas Agung menggandengku.
Sesampai di RS , sakit yang menderaku bisa kutahan....karena aku takut kata- kata teman " NANTI DI GUNTING." Suster Ana menghampiriku dan bertanya ,"Kenapa bu Agung ?" Aku menjawab," Mungkin mau melahirkan Sezt."
Dibawalah aku ke dalam ruang bersalin., diperiksa. Lalu Suster Ana berkata ,"Masih pembukaan 2." Dengan polosnya aku bertanya," Pembukaan 2 , apa artinya, dan kapan aku melahirkan?". Suster Ana menjawab,"Nanti sekitar Subuh b.Agung kemungkinan melahirkannya , mau disini silahkan , mau pulang jg ndak papa!"( kebetulan s.Ana tetanggaku dan rumahku tak jauh dr RS).
1 jam kira kira aku di rumah, aku hanya rebahan sembari senam hamil ringan. Rasa pipis menderaku.... langsung aku bergegas bangun, berjalan menuju kamar mandi....mas Agung langsung yang saat itu menemaniku berbaring disisiku, terbangun dan mengejarku, sambil berbicara,"Hayo sudah ke RS saja sekarang!" Aku langsung menjawab,"Nggak mau ah, khan masih Subuh perkiraan kelahirannya ,santai dirumah rasanya." Denag keadaan tegang mas Agung kembali berkata,"Itu darah sudah banyak di kasur dan berceceran di lantai." Ya ampun, kenapa aku tak merasakan keluarnya?
Akhirnya, kembali aku dibawa ke RS. Tepat pukul 01.00 WITA ..... waoooow betapa sudah tak tahan aku merasakan sakitnya kontraksi perutku. Langkahku mulai sedikit limbung (Kenapa dulu aku nggak pakai kursi roda ya) Dari"Ruang Emergency" menuju ruang bersalin aku jalan kaki.Suster Ana menghampiriku kembali," Nah ini yang namanya mau melahirkan." Langsung aku raih tangan mas Agung, aku jabat tangannya, aku cium sambil aku memohon doa agar lancar proses kelahiranku & memohon maaf atas segala kesalahanku .MAs Aguug membalas memelukku dan membisikkan kata,"YA aku menunggu disini, aku selelu berdoa untuk mendukung perjuanganmu, semoga lancar."Dalam hati akupun berdoa ,memohon ampun atas segala dosa ku ,tertuma kepada kedua orang tuaku.Yaaa Allah bimbinglah aku dlm perjuangan ini, selamatkan aku dan bayiku.Amin.
Tgl 2 Desember1989, pukul 01.30 WITA lahirlah putri mungilku, berat 3.5 kg, panjang 50 cm. Alhamdulillah ya Allah kau hadirkan putri kecil ini di tengah keluargaku.Setelah perawat membersihkan putri mungilku, suamiku diizinkan masuk untuk melihat kami. Diserahkanlah si kecil kepelukan mas Agung, Adzan & Qomad ditiupkan ketelinga putri kecilku.Semoga menjadi anak yang Sholehah putriku.Amin.
AYESHA TUNJUNG SARI nama yang berikan.AISYAH BUNGA SURGA kami mengartikan.

Kenangan dimasa kecilnya.

Ayesha betapa pintarnya kau memikat hati siapapun orang yang ada di dekatmu. Banyak sekali yang ingin memilikimu.Ada bapak, ada ayah, ada abah......yg selalu mencintaimu ( mas Agung , p Ismail, p.sulis).Tangis amatlah jauh dari kehidupan kecilmu. Kemauan keras untuk menjadi yang terbaik terlihat dari semangatmu.Oooooh kepingin ibu mengulangi masa masa itu.
Biarkanlah jari jempol ibu selaluberdiri untuk keberkasilanmu.Terima kasih anakku ,kau pegang teguh amanah orang tuamu.Kau selalu ingin menjadi teladan adik adikmu.

Doa pilu seorang ibu, ditengah deraan sakitmu.

Banyak kejadian yang sering membuat kekhawatiran ibu terpancing. Kau pemberani.... kau nekat....
kau kuat....Hanya satu yang masih selalu mengakhawatirkan ibu "TRAUMA" dikepalamu.Akibat hempasan kereta api itu.Ayesha anakku, disela helaan nafas ibu selalu mengalir doa untukmu.Ibu yakin
dimanapun kau berada hanya doa ibu yg selalu menjaga dan memelukmu. Jangan tinggalkan Sholat,
jangan lepaskan zikir disaat luang waktumu.
Kita punya kepribadiannya yang sama, ibu bukan "Super Women" dan kau bukan "Super Hero" kita hanya manusia biasa, manusia kecil yg penuh dengan salah dan khilaf serta dosa.Belum ada apa apa kita ini ,di hadapan NYA.Tapi kita punya kemampuan & kekuatan untuk mendekatkan diri kepadaNYA.
Sabar anakku sayang.....semua disini.....merasakan juga yang kau rasa. Tiupkan doa ditengah engahan nafasmu. Ibu disini selalu berdiri menjagamu, hanya itu yg ibu mampu.Ya Alloh, Ya Rochman ,Ya Rochim, kirimkam malaikat- malaikat terbaikMu untuk menjaga buah hatiku yg jauh dari dekapanku, ringankan engahan nafasnya...buang segala penyakitnya....dan ampunkan segala salah dan dosanya. Mudahkan langkah dan usahanya dalam menggapai cita citanya.Amiiiin

Pelukan Terakhirmu yang Sangat Kurindukan

Senin, 07 Juni 2010


Aku bungsu dari 8 bersaudara.Ayahku KASIJARNO dan ibuku Rng HERUDATI.Kami dibesarkan dgn disiplin militer yg ketat.karena ayahku seorang Purnawirawan ABRI AD.
Suatu hari aku dan abangku (no 6) SATRIYO AGUS SISWOYO ,bersamaan jatuh sakit. Aku yang kala itu duduk di bangku SMP kls 1, sedang abangku kls 3 SMA.Sakit panas yang kami rasa pada saat itu.Ibu merawat kami dgn telatennya.Obat, blonyoh selalu diberikannya.3 hari lamanya sakit panas kuderita.Lain halnya dgn abangku, 10 hari berlalu tak kunjung turun panasnya.Akhirnya ayahku membawanya berobat ke dokter tetanggaku, dr Sie namanya.Seperti biasa, setelah diperiksa , dokter memberikan resep sembari berkata,"Rawat jalan saja pak, seandainya sebelum obat habis dan ada sesuatu yg tidak enak dirasa, bawa kontrol lagi, pak!"
Ayah selalu memantau keadaan abangku, 3hari rawat jalan mulai kelihatan tanda yang mengkhawatirkan dari kondisi abangku.Hari itu juga abangku dibawa kontrol lagi ke dr Sie .Thipus pak ,harus dirawat inap. RS Budirahayu yg di rujuk dr Sie, karena beliau yg akan merawat disana.10 hari terlewati, dengan pemeriksaan lengkap,barulah diketahui apa sebenarnya penyakit abangku.LHEUKIMIA ACUT. Melayang jauh pikiranku, dlm kondisi kepolosanku, aku menangis pilu, KANKER akan merenggut nyawa abangku. Jerit lirihku didalam hati.Vonis itu kudengar di hari Senin, pukul 14.00 WIB.


HARUS DI RUJUK di RS DR SOETOMO.

Hari Selasa sore, ayah, ibu membawa pulang abangku, untuk persiapan keberangkatan ke Surabaya esok harinya. Rabu, aku sekolah seperti biasa. Tepat pukul 08.30 WIB aku memohon izin kepada guru biologiku, ibu Lena namanya, untuk pulang sebentar,keperluan melepas keberangkatan ayah, ibu,dan abangku ke Surabaya.Kebetulan jarak rumahku dan sekolahku tak jauh, berlarilah aku.
Sesampai di rumah, kulihat abangku sudah rapi, bersandar 2 bantal di kursi ruang tamu.Air mataku tak bisa kutahan saat itu,nelangsa betul melihat kondisi fisik abangku.Dlm hati aku menjerit, jadi seperti ini fisik abangku "si pelatih tenisku".( Dia pandai bermain tenis) 30 menit tepatnya aku menemani abangku sampai detik keberangkatannya.Dia memeluk erat aku sambil berkata," Sudah jgn nangis, doakan saja aku ya!" Kubalas erat di dalam pelukanku.Kulambaikan tanganku sampai kendaraan yang membawanya lenyap dari hadapanku.


HARI HARI MENCEMASKAN

Setiap hari Sabtu ayahku pulang kerumah untuk menengokku.Yaaa orang selalu bilang kalau aku anak emas ayahku.Hari Sabtu itulah hari yang menyenangkan sekaligus meyedihkanku.Sambil duduk dipangkuanya, ayah berceita kondisi abangku.Sport jantung ucapnya, itu yang menyelimuti perasaan ayah ibuku saat itu. Betapa tidak, hampir setiap hari ada yg meninggal di sekeliling abangku.Hanya doa yang selalu menggelayut dibibir ayah, ibuku dan kepasrahan pula yg bisa ayah ibuku selipkan dalam doanya itu. 3 bulan abangku di rawat di RS DR SOETOMO kala itu.


DOKTER ANGKAT TANGAN.

Melihat parahnya tingkat penyakit abangku, dan saat itu belum ada obatnya, dokter mengatakan," kami sdh berusaha sebaik mungkin, tinggal kita kembalikan keputusan kepada ALLAH YMK."
Akhirnya ayah memutuskan membawa pulang ke rumah.Alternatif juga menjadi salah satu solusinya.


DEPRESI JUGA MELANDA ABANGKU.

Bulan Mei tepatnya waktu itu, siswa SMA di kotaku sedang menjalani Ujian Nasinal. Ditengah terik matahari ,dengan mencuri-curi kesempatan abangku berjalan pelan-pelan ke depan halaman rumahku.(Kebetulan pinggir jalan raya rumahku.)
Menunggu teman-teman sekolahnya pulang ujian,mereka lewat depan rumahku.Ayahku mulai khawatir dgn kondisi emosi abangku. Perlahan-lahan ayahku memohon jangan banyak memikirkan tentang sekolahnya dulu.Tapi lain halnya dengan abangku,semangat sekali abangku menanyakan tentang ketertinggalannya dalam belajar.Dengan harapan bisa menyususul ujian jika sudah sembuh.Sebulan telah berlalu,kondisi abangku bukan semakin baik ,tetapi sebaliknya,malahan semakin parah.

DETIK DETIK TERAKHIRNYA.

Sungguh nelangsa melihat kondisi fisik abangku.Tulang berbalut kulit.Dileher,ketiak dan selangkangannya muncul beberapa benjolan, sebesar bola golf.
Untuk makan susah,apalagi untuk menelan. Apapun saat itu yang diinginkannya selalu serba salah, tetapi ayah ibu selalu mengabulkannya.Permintaan yang sangat memilukan aku saat itu adalah, disaat asa kesembuhannya memuncak, abangku minta dibuatkan susu dicampur bubur bayi MILNA,dalam kondisi panas (air termos)tanpa ditiup, tanpa didinginkan, langsung diminum habis.Huff miris melihatnya.
Sekeranjang buah segar, lengkap yang amat mahal menurutku, buah tangan guru karatenya, hanya bisa dipandang dengan matanya yang kuyu,hanya dicium harum aroma buah itu.Sungguh miris aku bila mengingatnya.Semoga engkau selalu menikmatinya di surga sana.
Tepat hari ke 40 kepulangan abangku, seperti biasa dgn sikap gayaku , aku menyanyi pelan didepan kaca kamar abangku.Betapa kagetnya aku, dari kaca kulihat abangku tidur dengan mata terbuka satu. Dari mulutnya kudengar suara yang tak biasa diperdengarkan "NGOROK". Berlarilah aku menghampiri ayahku, kutarik lengannya sambil berkata ," TOLONG LIHAT MAS AGUS DULU." Ayahku yang saat itu sedang menyaksikan Berita Nusantara TVRI langsung melompat.Begtu juga dengan ibuku yang sedang rebahan dikamarku,pun meloncat. Kami sekeluarga berkumpul disekeliling abangku.Ibuku dengan tabah mendampingi abangku. Meskipun air mata mengalir tak henti-hentinya,ibu terus berusaha menyadarkan dan membimbing abangku. Terdengar suara abangku lirih memanggil aaak......uuuuuk.....
(mungkin memanggil pak , buk) Ibuku semakin memeluknya....dan memmbingnya... sampai detik nafas terakhirnya.Tanggal 19 Juni 1982 , pukul 19.15 WIB tepatnya.


BUKU HARIANNYA.....

Kami kalut dalam duka, ayah menangis sejadi-jadinya sambil memelukku dan kakak ke 4ku. Jenazah abangku dikeluarkan dari kamar tidurnya. Disemayamkan di ruang tamu. Kubersihkan dan kurapikan tempat tidur abangku.Saat itu baru bisa kupegang buku hariannya.Yaaaah setelah kepergiannya aku baru tahu goresan penanya." DENGAN DIIRINGI TANGISAN ADIKKU,AKU BERANGKAT TUK MENCARI KESEMBUHANKU."Betapa kulihat goresan kepedihan adikku melihat kakaknya "PUCAT SEPERTI MAYAT".(kata kata ini yg sangat menyentuhku sampai detik ini.)
Yang kusayangi abangku ALmr Satriyo Agus Siswoyo,pelukan terakhirmu masih sangat kurindukan.Meskipun cita-cita AKABRI AU mu tak tertunaikan, kini dirimu telah jauh terbang disisiNYA.Dengan linangan air mata, dengan iringan gemingan doa,tak mungkin aku bisa melepas rasa rindu yang menyesak dada.Aku masih ingin kau hibur dikala duka, aku masih ingin kau lindungi dari bahaya, aku masih ingin tertawa bersama, aku masih ingin kau boceng motor HONDA .
Ya Allah ampunkan segala dosanya, terima amal ibadahnya, tempatkam abangku disisiMU selayaknya.

AMIN.

YULIA,2010.

 
♥KALAM IBU-IBU♥ - by Templates para novo blogger